FKKMK UGM Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara

Notification

×

Iklan

Iklan

FKKMK UGM Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara

Selasa, Maret 09, 2021 | 09:21 WIB Last Updated 2021-03-09T13:36:46Z
Ilustrasi Vaksin Covid-19

YOGYAKARTA
- Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada memutuskan mengajukan pengunduran diri dari tim penelitian uji klinis vaksin sel dendritik SARS-CoV-2 atau Vaksin Nusantara. Alasan pengunduran diri FKKMK UGM karena para peneliti sejauh ini tidak dilibatkan dalam proses uji klinis, termasuk dalam penyusunan protokol.

”Belum ada keterlibatan sama sekali. Kita baru tahu saat itu muncul di media massa bahwa itu dikembangkan di Semarang kemudian disebutkan dalam pengembangannya melibatkan tim dari UGM,” kata Wakil Dekan FKKMK UGM Bidang Penelitian dan Pengembangan Yodi Mahendradhata seperti dilansir dari Antara di Yogyakarta, Senin (8/3).

Dia mengatakan, sejumlah peneliti UGM sempat menerima komunikasi informal terkait rencana pengembangan vaksin di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan dan menyatakan bersedia mendukung penelitian yang akan dilakukan. Setelah itu, tidak terdapat komunikasi lebih lanjut terkait penelitian vaksin tersebut.

Para peneliti, kata Yodi, bahkan tidak mengetahui bahwa Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor HK 01.07/MENKES/11176/2020 yang mencantumkan nama mereka beserta posisi yang mereka duduki dalam tim.

”Waktu itu belum ada detail ini vaksinnya seperti apa. Namanya saja kita tidak tahu. Hanya waktu itu diminta untuk membantu, ya kami di UGM jika ada permintaan dari pemerintah seperti itu kami berinisiatif untuk membantu,” tutur Yodi.

Para peneliti, kata Yodi, selanjutnya merasa keberatan karena tidak pernah dilibatkan dalam seluruh proses penelitian. Bahkan, sama sekali belum pernah melihat protokol uji klinis. Mereka juga tidak dapat memberikan komentar apa pun terkait vaksin yang dimaksud beserta proses penelitiannya.

Selama pandemi Covid-19, FKKMK UGM telah terlibat dalam sejumlah penelitian. Salah satunya penelitian vaksin Merah Putih bersama beberapa perguruan tinggi lain di bawah konsorsium yang diinisiasi Kementerian Riset dan Teknologi. FKKMK UGM juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan mengawal program vaksinasi yang telah berjalan dan memantau hal-hal yang bisa diperbaiki dari pelaksanaan di lapangan.

Berdasar pengalaman dari penelitian yang telah berjalan, menurut Yodi, penelitian yang dikerjakan dengan melibatkan kerja sama sejumlah pihak memerlukan komunikasi yang intens antara pihak-pihak yang terlibat serta proses koordinasi yang dibangun dengan baik sebelum dan selama penelitian dilakukan. Dalam kerja sama penelitian, lazimnya pihak-pihak yang terlibat akan terlebih dahulu mengadakan pertemuan dan koordinasi sebelum penelitian dimulai. Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan selaku koordinator penelitian diharapkan memberikan sosialisasi serta menjelaskan detail penelitian yang akan dikerjakan.

Dalam kasus itu, menurut dia, tahap-tahap tersebut tidak dilakukan dan peneliti yang namanya telah tercantum dalam Surat Keputusan Menkes bahkan belum mengetahui detail penelitian sebelum hal tersebut akhirnya muncul di pemberitaan media massa.

”Kita belum pernah menerima surat resmi, protokol, atau apapun. Teman-teman agak keberatan, kalau disebutkan sebagai tim pengembang kan harus tahu persis yang diteliti apa,” ucap Yodi.
×
Berita Terbaru Update